Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera. Nyamuk
mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang;
antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm.
Jenis-jenis Nyamuk
Nyamuk adalah jenis serangga terbang yang tergolong dalam ordo Dipteria, adapun generanya hampir mencapai 35 genera diantaranya Anopheles, Aedes, Culiseta, Culex, Psorophora, Wyeomyia, Haemagoggus dan lain-lain, adapun speciesnya terdiri dari ribuan species.
Beberapa jenis nyamuk dapat menyebabkan penyakit
berbahaya. Berikut jenis-jenis nyamuk yang berbahaya bagi manusia :
Daur Hidup Nyamuk
Nyamuk bertelur di air yang tergenang. Di daerah yang panas nyamuk cepat berkembang biak atau bertelur. Telur nyamuk yang berjumlah lebih dari 100 butir biasanya diletakkan pada permukaan air atau menempel pada sisi bawah dedaunan yang terapung. Setelah beberapa hari, telur nyamuk akan menetas menjadi tempayak (jentik-jentik). Tempayak kemudian menjadi kepompong (pupa). Selanjutnya dari kepompong mengalami perubahan bentuk menjadi nyamuk dewasa.
Makanan Nyamuk
Nyamuk jantan atau pun betina keduanya sama-sama memakan nektar (sari madu bunga) sebagai makanan pokoknya. Jadi anggapan kita yang menuduh nyamuk mengkonsumsi darah adalah salah besar. Meski begitu darah kita adalah sasaran utamanya untuk kelangsungan hidup keturunannya.
Jenis-jenis Nyamuk
Nyamuk adalah jenis serangga terbang yang tergolong dalam ordo Dipteria, adapun generanya hampir mencapai 35 genera diantaranya Anopheles, Aedes, Culiseta, Culex, Psorophora, Wyeomyia, Haemagoggus dan lain-lain, adapun speciesnya terdiri dari ribuan species.
a) Nyamuk Anopheles
Nyamuk Anopheles adalah jenis nyamuk yang terdapat di selokan dan rawa-rawa. Nyamuk ini mengunakan media tersebut untuk berkembang biak dengan cara bertelur dalam jumlah yang banyak.
Nyamuk anopheles sangatlah berbahaya karena jika terkena gigitannya akan menyebabkan penyakit malaria. Selain penyakit malaria nyamuk anopheles juga dapat memberikan penyakit kaki gajah.
b) Nyamuk Aedes Aegypti
Nyamuk aedes aegypti sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat, karena dampak buruk yang terdapat pada nyamuk tersebut dapat menyebabkan penyakit demam berdarah.
Penyakit demam berdarah adalah penyakit yang berbahaya dan nyamuk tersebut sering hinggap di baju-baju yang ada di rumah. Oleh karena itu hendaklah berhati-hati untuk tidak meletakkannya di sembarang tempat.
c) Nyamuk Aedes Albopictus
Nyamuk Aedes Albopictus hampir sama dengan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini memiliki bentuk warna belang hitam putih. Nyamuk ini biasanya terdapat di halaman rumah dan kebun.
Dampak buruk yang diberikan nyamuk ini juga sama seperti aedes aegypti, yakni menyebabkan penyakit demam berdarah.
Nyamuk bertelur di air yang tergenang. Di daerah yang panas nyamuk cepat berkembang biak atau bertelur. Telur nyamuk yang berjumlah lebih dari 100 butir biasanya diletakkan pada permukaan air atau menempel pada sisi bawah dedaunan yang terapung. Setelah beberapa hari, telur nyamuk akan menetas menjadi tempayak (jentik-jentik). Tempayak kemudian menjadi kepompong (pupa). Selanjutnya dari kepompong mengalami perubahan bentuk menjadi nyamuk dewasa.
Makanan Nyamuk
Nyamuk jantan atau pun betina keduanya sama-sama memakan nektar (sari madu bunga) sebagai makanan pokoknya. Jadi anggapan kita yang menuduh nyamuk mengkonsumsi darah adalah salah besar. Meski begitu darah kita adalah sasaran utamanya untuk kelangsungan hidup keturunannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar